BEREKSPRESI & MENGEKSPRESIKAN DIRI SENDIRI
Bagaimana kita mengekspresikan diri sendiri? Bagaimana kita berekspresi?
Tuesday, March 20, 2012
Perjalanan batin.........
Rasanya sudah lama sekali tidak ketak ketik disini....
Kembali dilema itu mulai datang lagi. Dilema yang sama dari waktu ke waktu, rasanya tak kunjung habisnya. Tapi dilema kali ini bisa aku hadapi dengan ketenangan dan kesabaran yang lebih baik. Biarlah semuanya berjalan apa adanya, biarlah tangan-tangan Ilahi yang menentukan garis hidupku dan kemana aku harus melangkah.
Kilas balik batin..........
Kembali aku duduk untuk bercakap-cakap dengan Engkau, kembali aku harus mengulas seluruh perjalanan batinku selama ini. Ketenangan, kesabaran dan keikhlasan ini ternyata memang harus dilalui dari pengalaman. Semakin aku bisa bisa menerima segala dilema yang ada, semakin terang nyala api Ilahi itu menerangi jalanku.
Sikap ego dan ke-aku-an ku selama ini hanyalah garis abu-abu yang memang harus ditulis dilembaran hidupku. Sikap merasa paling benar, paling tua, paling suci, paling pintar dan segala paling yang ada hanyalah permainan dari ke-aku-an ku saja. Tapi siapakah sebenarnya aku sehingga merasa paling sendiri? Aku hanyalah segumpal tanah liat yang ditiupkan nafas kehidupan oleh sang Ilahi menjadi segumpal daging berbentuk manusia.
Akhirnya sampailah pada satu titik nadir kepasrahan diri........biarlah semua berjalan apa adanya, biarlah semua mengalir apa adanya.....terima segala kesenangan-kesedihan, masalah, sakit, sehat dengan segala keikhlasan. Tak kubiarkan ke-aku-an ku meraja dan tak kan kubiarkan bermain-main dengan pikiranku sendiri.
Ya Ilahi, ajarkan aku arti kesabaran dan keikhlasan dari dasar hatiku yang paling dalam, tidak dari dasar alam pikiranku. Tetapi terangilah alam pikiranku sehingga bisa menerima bisikan mu melalui dasar hatiku yang paling dalam.
Akhir perjalanan...............
Rasa sayang ini murni dari balik dinding dasar hatiku, jangan pernah berpikir untuk membalas apa yang pernah aku buat dan berikan, karena aku tidak mengharapkan balasan apapun. Tapi jadikanlah sebagai sebuah batu pondasi untuk membangun suatu kehidupan yang lebih baik lagi. Siapakah AKU?
Wednesday, September 21, 2011
Cukup 10 Menit Saja.....
Kembali aku harus menulis lagi.....
Suasana pagi tadi terasa sejuk, mungkin karena hujan semalam. Tapi suasana cukup nyaman dan tenang bagi hati dan pikiranku.
Hari pertama mengajar rasanya cukup menyenangkan, anak-anak baru cukup kooperatif dan tidak terlalu merepotkan...semoga besok-besok kondisi seperti ini masih tetap terjaga.
Rasanya tidak banyak waktu hari ini aku menengoknya, mungkin karena kesibukan masing-masing yang membuat jadi sedikit waktu untuk menengoknya.
Tapi ternyata masih tersisa waktu 10 menit untuk sekedar menyapa dan mengingatkannya apabila ada kesalahan yang dia lakukan (tapi semua untuk kebaikannya, terutama kesehatannya). Ternyata 10 menit itu lebih berarti dari pada waktu berjam-jam. Aku merasakan ada sedikit ketenangan diwajahnya, kian hari sikapnya makin menunjukkan kedewasaan dan kematangan (terima kasih Ya Rabb).
Terima kasih ya Rabb, Engkau telah menunjukkan arti pentingnya waktu biarpun hanya 10 menit saja. Dan terima kasih juga atas berkat yang Kau berikan kepadanya, jadikanlah ia semakin matang dan dewasa dalam menjalani kehidupan ini. Karena jalan kehidupan yang harus dia jalani masih panjang, meskipun Engkau telah menunjukkan kepadaku apa yang akan terjadi dengannya.
Sekali lagi, terima kasih Ya Rabb atas anugerah waktu-Mu yang hanya 10 menit saja....itu sudah membuatku tenang dan bahagia. Semoga apa yang selama ini aku lakukan untuknya selalu berada dijalur keikhlasan dan tidak mengharapkan apapun darinya, sampai pada titik yang telah Engkau tentukan.
Suasana pagi tadi terasa sejuk, mungkin karena hujan semalam. Tapi suasana cukup nyaman dan tenang bagi hati dan pikiranku.
Hari pertama mengajar rasanya cukup menyenangkan, anak-anak baru cukup kooperatif dan tidak terlalu merepotkan...semoga besok-besok kondisi seperti ini masih tetap terjaga.
Rasanya tidak banyak waktu hari ini aku menengoknya, mungkin karena kesibukan masing-masing yang membuat jadi sedikit waktu untuk menengoknya.
Tapi ternyata masih tersisa waktu 10 menit untuk sekedar menyapa dan mengingatkannya apabila ada kesalahan yang dia lakukan (tapi semua untuk kebaikannya, terutama kesehatannya). Ternyata 10 menit itu lebih berarti dari pada waktu berjam-jam. Aku merasakan ada sedikit ketenangan diwajahnya, kian hari sikapnya makin menunjukkan kedewasaan dan kematangan (terima kasih Ya Rabb).
Terima kasih ya Rabb, Engkau telah menunjukkan arti pentingnya waktu biarpun hanya 10 menit saja. Dan terima kasih juga atas berkat yang Kau berikan kepadanya, jadikanlah ia semakin matang dan dewasa dalam menjalani kehidupan ini. Karena jalan kehidupan yang harus dia jalani masih panjang, meskipun Engkau telah menunjukkan kepadaku apa yang akan terjadi dengannya.
Sekali lagi, terima kasih Ya Rabb atas anugerah waktu-Mu yang hanya 10 menit saja....itu sudah membuatku tenang dan bahagia. Semoga apa yang selama ini aku lakukan untuknya selalu berada dijalur keikhlasan dan tidak mengharapkan apapun darinya, sampai pada titik yang telah Engkau tentukan.
Subscribe to:
Posts (Atom)